pengetahuan

EKOSISTEM REGULASI UNTUK PERTUMBUHAN UNICORN

IT Team | Senin, 11 Maret 2019 - 16:35:14 WIB | dibaca: 381 pembaca

Perusahaan rintisan teknologi Indonesia berstatus unicorn kembali menjadi perhatian publik setelah debat kedua calon presiden. Terlepas dari pesan bernada humor yang ramai di media sosial, topik tentang perkembangan sektor ekonomi digital patut menjadi sorotan. Tidak hanya persiapan infrastruktur fisik, para calon pemimpin juga perlu memetakan peran pemerintah dalam mewujudkan ekosistem regulasi yang ramah bagi para perusahaan rintisan, yang terbukti telah membawa manfaat bagi ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Secara empiris, perekonomian digital Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat yaitu sekitar 49% pada 2018. Sebagai “digital archipelago” terbesar di Asia Tenggara, nilai perekonomian digital Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan dari US$27 miliar pada 2018 menjadi US$100 miliar pada 2025 atau sekitar 40% dari nilai perekonomian digital Asia Tenggara. Dengan potensi kontribusi ekonomi yang dihadirkan oleh sektor digital, lantas bagaimana ekosistem regulasi yang sesuai untuk tumbuh kembang perusahaan rintisan atau startup di Indonesia? Pertama, tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah perlu terus membangun infrastruktur digital secara merata di Tanah Air agar masyarakat di pelosok daerah juga dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital. Investasi yang dibutuhkan tidak hanya infrastruktur fisik, seperti akses broadband dan pusat data (data center), tetapi juga soft infrastructure, seperti peningkatan dana abadi universitas untuk anggaran penelitian, penguatan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan desain skema kemitraan publik-privat untuk mendorong inovasi dan pembangunan kapasitas tenaga kerja di sektor digital.

Kedua, pemerintah perlu mengawasi potensi terjadinya praktik persaingan tidak sehat untuk mencapai posisi dominan di pasar, misalnya melalui praktik harga predator (predatory pricing)  Salah satu ciri utama model usaha rintisan teknologi adalah penguasaan pangsa pasar secara agresif, misalnya melalui pemberian diskon secara masif hingga menjual rugi, dengan tujuan untuk mematikan pesaing. Setelah menyingkirkan pesaing dan mencapai posisi dominan, perusahaan kemudian dapat mengatrol harga. Penguasaan atas pangsa pasar dan harga inilah yang menjustifikasi valuasi usaha tersebut hingga mencapai miliaran dolar. Contohnya adalah di sector ride-hailing. Grab melalui pernyataan resminya telah mengklaim penguasaan pasar di Indonesia sebesar 70% dan juga menjadi perusahaan decacorn (bernilai US$10 miliar) pertama di Asia Tenggara.

Pada masa mendatang, pemerintah harus mencegah penyalahgunaan posisi dominan melalui penetapan tarif batas bawah yang memperhatikan kemampuan konsumen, tetapi tetap memungkinkan keuntungan normal bagi mitra dan perusahaan aplikasi.

Ketiga, ekosistem digital memerlukan tata kelola regulasi yang mampu memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pemerintah, pemodal, pelaku usaha, pekerja, mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan konsumen. Revisi PP No. 82/2012 yang telah diselesaikan oleh Kementerian Kominfo perlu segera diundangkan. Pemerintah perlu memastikan adanya aturan terkait layanan melalui internet seperti perlindungan data pribadi, keamanan siber, layanan over the top (OTT), dan pemanfaatan big data. Namun, regulasi pun jangan sampai bersifat restriktif, meningkatkan biaya, dan barrier to entry ke ekosistem digital yang dapat menurunkan daya saing startup Indonesia di pasar domestik dan global.

 

EKONOMI DIGITAL

Dengan memperhatikan ketiga prinsip di atas, para pemimpin negara ini dapat memastikan manfaat sektor digital. Pertama, di dalam teori ekonomi, pertumbuhan ekonomi tinggi dalam jangka panjang bersumber dari pertumbuhan produktivitas yang dirangsang oleh inovasi teknologi. Hal ini sejalan dengan teori pertumbuhan ekonomi endogen dari Paul Romer, penerima hadiah Nobel ekonomi pada 2018, yaitu produktivitas merupakan elemen utama dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Teknologi digital memungkinkan otomatisasi proses produksi sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas yang disebabkan oleh efisiensi operasional dan penurunan biaya produksi per unit.

Kedua, teknologi digital juga meningkatkan jangkauan pemasaran dan potensi pasar baru. Perluasan pasar hingga pelosok di dalam negeri, maupun luar negeri bukan hanya dimanfaatkan oleh pelaku usaha besar dan menengah, tetapi juga usaha mikro dan kecil, seperti pengusaha virgin coconut oil hingga daun kelor (moringa oleifera) yang dapat menemukan pembeli di negara-negara Amerika Utara dan Eropa. Dengan internet, dunia memang hanya selebar daun kelor.

 

Ketiga, teknologi digital juga berperan besar dalam menciptakan peluang bisnis baru melalui pelaku-pelaku bisnis baru, baik dari skala usaha kecil, menengah maupun usaha besar. Salah satu transformasi yang dipicu oleh penggunaan teknologi digital adalah access economy, yaitu perekonomian yang membuka akses kepemilikan pribadi kepada pihak lain, seperti ride-hailing (GOJEK dan Grab) dan online marketplace bagi pelancong (Airbnb). Berbagai dampak positif dari perekonomian digital di atas akan mendorong perkembangan sektor-sektor yang memanfaatkan teknologi digital dalam bentuk peningkatan skala produksi yang tentunya menciptakan kesempatan baru untuk mendapatkan nafkah. Sebagai contoh, hasil survei Lembaga Demografi, FEB UI menunjukkan bahwa sekitar 82% UMKM mengalami peningkatan volume transaksi setelah bergabung dengan Go-Food. Dengan menyadari manfaat berbagai dampak positif dari perekonomian digital dan menerapkan ketiga prinsip perumusan kebijakan di atas, para pemimpin Negara ini dapat memastikan ekosistem regulasi dan investasi yang sehat untuk tumbuh kembangnya para startup dan unicorn Indonesia sekarang dan pada masa mendatang.

 

M. Syarkawi Rauf

Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara VI





Komentar Via Website : 2
bahaya retina mata rusak dan cara menyembuhkanya
06 April 2019 - 08:52:04 WIB
terimakasih informasinya semoga bermanfaat
cara menghilangkan benjolan di mata
03 April 2019 - 10:05:06 WIB
terimakasih informasinya
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)