Harga Sawit Naik
Petani Diminta Jangan Konsumtif
MENJELANG Lebaran, kabar gembira berhembus untuk petani sawit Jambi. akhir pekan lalu, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit naik dari Rp 1.380 per kilogram menjadi Rp 1.542.
Kenaikan harga TBS tersebut, kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Tagor Mulia Nasution, merupakan dampak dari tingginya permintaan pasar luar negeri terhadap kebutuhan Crude Palm Oil (CPO) yang diperoleh dari TBS.
Bahkan, kata Tagor, truk-truk pengangkut TBS harus antre dan mengalami kemacetan dalam pengangkutan di jalan raya menuju pelabuhan untuk tujuan eksport
“Harga akan cenderung naik hingga lebaran nanti,” ujar Tagor optimis. Kenaikan harga TBS tersebut diikuti dengan ketersediaan TBS yang normal dan cenderung meningkat seiring permintaan dan kondisi pasar yang cukup menggairahkan tersebut.
Menurut Tagor, penetapan harga TBS tersebut dilakukan setelah rapat tim yang rutin digelar sekali dua minggu. “Penentuan harga TBS itu transparan dan akan disesuaikan dengan keadaan di masing-masing Kabupaten/Kota,” ujarnya.
Pihak Koperasi Unit Desa (KUD) biasanya juga akan menggelar rapat bila terjadi kenaikan harga TBS ataupun terjadi perubahan harga TBS di pasar.
Tagor menghimbau, kepada petani untuk dapat memanen TBS dengan standar tandan yang telah masak yakni usia 10 tahun. dengan kondisi harga membaik saat ini, sebaiknya petani dapat mempersiapkan dana yang ada untuk membeli pupuk dan pemeliharaan tanaman. “Jangan konsumtif. lebih baik digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat atau untuk pemeliharaan tanaman, “ujar Tagor.
Dwi Setyowati

Dapatkan informasi PTPN VI terbaru melalui RSS Feeds atau e-mail anda disini.
