Berita

Pasar Minyak Sawit RI di Pakistan Berpotensi Diambil Malaysia

IT Team | Jumat, 27 Januari 2017 - 10:28:12 WIB | dibaca: 248 pembaca

Jakarta, Pasar minyak sawit Indonesia di Pakistan terancam diambil alih oleh produk sejenis asal Malaysia karena negara dengan Ibu Kota Islamabad itu mengeluhkan defisit perdagangan dengan Indonesia yang sangat lebar.

"Pakistan mengklaim telah membuka lebar pasar mereka untuk produk-produk pertanian asal Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia memproteksi secara ketat pasar dalam negeri untuk menampung produk asal Pakistan," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki), Joko Supriyono kepada pers di Jakarta, Kamis (26/1).

Pemerintah, menurut Joko, dapat menindaklanjuti usulan Pakistan tersebut sehingga ekspor produk Indonesia yang selama ini sudah berjalan, termasuk CPO, tidak terganggu.

"Jangan sampai Pakistan mengurangi konsumsi minyak sawit dan turunannya dari Indonesia karena akan membuka peluang bagi Malaysia untuk menjual minyak sawit yang lebih besar," papar dia.

Joko menambahkan, Indonesia perlu memerhatikan aspek keseimbangan dalam perdagangan bilateral antar kedua negara.

"Pakistan merupakan pasar minyak sawit yang sangat prospektif dengan permintaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus meningkat setiap tahun," ujar Joko.

Pakistan adalah salah satu pasar minyak nabati terbesar di dunia. Selain minyak sawit yang diimpor dari Indonesia dan Malaysia, Pakistan juga membeli minyak kedelai dari Amerika Utara dan Brasil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia ke Pakistan mencapai US$2,2 miliar pada tahun lalu yang didominasi CPO sebesar US$1,8 miliar. Sementara itu, Indonesia hanya membeli produk-produk dari Pakistan senilai US$140 juta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : IMQ21





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)