Berita

Kementan: Bebaskan 1,7 Hektare Kebun Petani Kelapa Sawit

IT Team | Jumat, 10 Februari 2017 - 11:25:06 WIB | dibaca: 288 pembaca

Palangkaraya, Kementerian Pertanian meminta 1,7 juta hektare perkebunan kelapa sawit petani berada di kawasan hutan dibebaskan lahannya. Penegasan ini diungkapan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang saat Rapat Konsolidasi dan Konsultasi Perkebunan di Palangkaraya, Kamis, 9 Februari 2017.

Menurut Bambang, dari 4,7 juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit milik rakyat di Indonesia, terdapat indikasi masuk kawasan hutan itu sekitar 1,7 juta hektare. Ia meminta dinas kehutanan dan dinas perkebunan untuk mengiventarisir daerah mana saja yang petani sawitnya masuk kawasan hutan dan segera dicarikan solusinya. Dan, menurutnya, kalau bisa dilakukan pelepaskan kawasan untuk petani sawit.

"Beberapa waktu lalu presiden dan menteri pertanian juga minta dicarikan solusinya. Kalau kita kembalikan lahan itu ke hutan, itu tidak masalah, tapi bagaimana nasib dengan kepala keluarga petani sawit yang kehilangan pekerjaannya dari kebun sawit mereka," ujarnya.

Jika lahan tersebut oleh petani dikembalikan, maka pemerintah harus punya kompensasi untuk petani kelapa sawit ini. "Kalau memang berat memikirkan itu, kita berharap dilepaskan saja kawasan itu dan berikan kepada petani. Karena para petani sudah bertahun-tahun mengolah kebun sawit itu," katanya.

Menurut kebiasaan, lahan yang dipakai adalah lahan yang bekas kebakaran hutan atau illegal logging. "Saat sudah menjadi perkebunan kelapa sawit diklaim masuk kawasan hutan, ini akan menjadi sesuatu yang sangat menyedihkan. Mari kita berikan dukungan supaya pelepasan kawasan ini bisa terealisasi," kata Bambang, berharap.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : TEMPO





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)