Berita

Kelapa Sawit Hingga Jagung Jadi Andalan RI Dongkrak Pertumbuhan

IT Team | Rabu, 14 Juni 2017 - 15:34:30 WIB | dibaca: 147 pembaca

Jakarta, Kementerian Pertanian mencatat sektor pertanian memberikan kontribusi lebih terhadap perekonomian nasional pada tahun 2014 hingga 2016.

"Hal ini terlihat dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian atas dasar harga berlaku 2014 sebesar Rp 1.410 triliun, 2015 naik menjadi Rp 1.556 triliun dan 2016 menjadi Rp 1.669 triliun. Rata-rata kontribusi sektor pertanian tiga tahun terakhir 13,4% dan pertumbuhan 3,75% per tahun," kata Fungsional Statistik, Kementerian Pertanian, M. Ade Supriyatna dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Dirinya mengungkapkan di tahun 2016, kontribusi terhadap PDB tertinggi berasal dari subsektor perkebunan yakni 3,46%. Selanjutnya diikuti subsektor tanaman pangan 3,42%, peternakan 1,62% dan hortikultura 1,51%.

PDB subsektor perkebunan diperoleh dari komoditas unggulan yakni kelapa sawit, karet, kelapa, kopi, kakao dan tebu. Kontribusi terbesar dari komoditas tanaman pangan yakni padi, jagung dan kedelai. Komoditas peternakan dominan dan yakni ternak besar, ternak kecil, unggas dan susu. Sedangkan PDB hortikultura disumbang terbesar dari komoditas bawang merah, aneka cabai, pisang, jeruk dan kentang.

"Sub sektor perkebunan juga berkontribusi besar dalam neraca perdagangan ekspor-impor Indonesia, sehingga setiap tahun mengalami surplus. Provinsi Riau dan Sumatera Utara berkontribusi besar dalam menciptakan surplus neraca perdagangan dari ekspor sawit. Besarnya surplus neraca perdagangan perkebunan ini menopang terjadinya surplus sektor pertanian pada tahun 2016 sebesar US$ 10,9 miliar," kata dia.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2016, sektor pertanian Provinsi Aceh dan Jambi berkontribusi besar terhadap total PDRB provinsi, yaitu mencapai 30%, dengan tingkat pertumbuhan pertanian di atas 5,5%. 

"Sementara untuk provinsi lainnya di Sumatera juga menunjukkan kontrbusi pertanian cukup signifikan. Hal ini menunjukkan Sumatera masih bertumpu pada kegiatan on-farm dengan dominan pada aktivitas subsektor perkebunan," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB pada Provinsi-provinsi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi umumnya mempunyai kontribusi pertanian yang besar lebih dari 20%. Kemudian tingkat pertumbuhannya lebih dari 5%, terutama Provinsi Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

"Potensi pertanian yang masih terbuka luas pada wilayah ini dapat digenjot lebih tinggi lagi dengan mekanisasi pertanian dan pembangunan infrastruktur irigasi, infrastruktur lahan dan lainnya," tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : DETIK





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)