Berita

Harga CPO Merosot, Impor India Diprediksi Bakal Naik

IT Team | Rabu, 14 Juni 2017 - 15:21:25 WIB | dibaca: 136 pembaca

Jakarta, Merosotnya harga minyak kelapa sawit atau CPO di pasar global diperkirakan mendorong permintaan India sebagai importir utama dalam empat bulan berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan Senin, 12 Juni 2017, harga CPO kontrak Agustus 2017 di bursa Malaysia meningkat 13 poin atau 0,53 persen menuju 2.457 ringgit (US$576,08) per ton. Sepanjang tahun berjalan harga merosot 16,72 persen.

Berdasarkan survei Bloomberg yang melibatkan lima responden termasuk pialang dan analis, impor CPO India bakal meningkat 21 persen year on year (yoy) pada Mei 2017 menjadi 798.000 ton. Ini menandakan kinerja pengapalan masuk importir CPO terbesar di dunia itu bertumbuh selama 4 bulan berturut-turut.

Sementara total pembelian minyak nabati pada Mei 2017 naik sekitar 29 persen menjadi 1,32 juta ton. Adapun Asosiasi Ekstraktor (Solvent Extractors’ Association of India/ SEA) akan merilis data resmi pada pertengahan bulan ini.

Chief executive officer perusahaan broker minyak nabati Sunvin Group Sandeep Bajoria mengatakan harga patokan CPO menurun dalam 5 bulan berturut-turut, yang menjadi pemerosotan terpanjang sejak 2005. Lesunya harga terjadi karena pasar mengantisipasi pemulihan produksi di Indonesia dan Malaysia setelah dampak kekeringan El Nino menghilang.

Antisipasi pertumbuhan pasokan membuat harga CPO global merosot sekitar 20 persen sepanjang 2017. Sentimen ini menguntungkan negara importir seperti India, yang masih mengandalkan pasokan dari negara lain untuk memenuhi 70 persen kebutuhan minyak masaknya.

“Harga global yang rendah, bersama dengan penguatan rupee, membuat harga CPO lebih murah [bagi pembeli India],” tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa, 13 Juni 2017.

Head of research Karvy Comtrade Ltd. Veeresh Hiremath menuturkan sisi permintaan juga terangkat momen Ramadan, di samping harga global yang melemah sejak awal tahun. Negara-negara importir pun meningkatkan penyetokan.

“Pelemahan harga terjadi karena pemulihan dari negara-negara produsen utama,” paparnya.

Sementara itu, survei Bloomberg juga menunjukkan impor minyak kedelai India meningkat 91 persen yoy pada Mei 2017 menjadi 340.000 ton. Negeri Hindustan menyerap minyak kedelai dari Amerika Serikat, Brasil, dan Argentina.

Pengapalan masuk minyak bunga matahari juga bertambah 3 persen yoy menuju 155.000 ton. Adapun impor minyak canola dipresiksi mencapai 29.000 ton.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : TEMPO





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)