Aset

gambaran

Aset Perusahaan merupakan peleburan dari kekayaan proyek-proyek pengembangan PT Perkebunan (PTP) III, PTP IV, PTP VI, dan PTP VIII yang berada di wilayah Sumatera Barat dan Jambi dengan komposisi areal: Dari Tabel areal diatas, komposisi penguasaan areal pada awal pendirian adalah: Berdasarkan komposisi areal diatas pada awal Pendirian PTPN VI (Persero) memiliki pabrik pengolahan karet remah, TBS serta teh:

  1. Pabrik minyak sawit ophir kapasitas 50 ton TBS per Jam dengan penyangga areal Inti 3.507,16 Ha dan areal plasma 4.800 Ha.
  2. Pabrik minyak sawit wilayah Sei Bahar total kapasitas 90 ton TBS per Jam dengan penyangga areal tanaman inti ± 5.700 Hektar dan areal plasma 24.000 Hektar.
  3. Pabrik pengolahan karet PLK kapasitas 40 Ton Bokar per Hari dengan penyangga areal inti 1.870 Hektar dan areal plasma 2.922 Hektar.
  4. Pabrik pengolahan karet RIMSA kapasitas 40 Ton Bokar per Hari dengan penyangga areal tanaman inti ± 7.000 Hektar dan areal plasma 23.994 Hektar.
  5. Pabrik Pengolahan karet Batang Hari kapasitas 45 Ton Bokar per Hari dengan penyangga areal inti ± 2.000 Hektar dan areal plasma 5.205 Hektar.
  6. Pabrik pengolahan teh Kayu Aro kapasitas 100 Ton daun basah per hari dengan penyangga areal tanaman inti ± 2.600 Hektar.
  7. Pabrik pengolahan teh Danau Kembar kapasitas 40 Ton daun basah per hari dengan penyangga areal tanaman inti ± 800 Hektar dan areal plasma 343,64 Hektar.

Kondisi areal tanaman penyangga yang mayor pada areal plasma menjadikan pemenuhan kapasitas pabrik-pabrik pengolahan memiliki ketergantungan terhadap produksi plasma, kecuali untuk pabrik teh Kayu Aro yang merupakan unit existing.

areal

Perkembangan Areal Tanaman tahun 2006 - 2011

Perkembangan Aset, Kewajiban dan Ekuitas Perusahaan


neraca

Perkembangan Aset, Kewajiban dan Ekuitas 5 tahun (2007 - 2011)

Laba Bersih

Laba bersih periode 5 (lima) tahun (2007 - 2011) mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 16,66% pertahun, angka pertumbuhan yang signifikan terjadi pada tahun 2007 yang mencapai 330,15% dari perolehan laba bersih tahun 2006. Pada tahun 2009 laba bersih mengalami kenaikan sebesar 3% atau sebesar Rp. 146.397 miliar dan tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 10,20% atau sebesar 161.333 miliar. Pertumbuhan yang dicapai bukan hanya karena kenaikan harga CPO, tetapi berjalannya program perusahaan dalam 2 aspek, yaitu efisiensi dan peningkatan produksi.


laba1

Perkembangan Laba Bersih 5 tahun (2006 - 2010)